Artikel Umum

Artikel umum yang terjadi disekitar kita. Baik hari ini, kemarin ataupun besok, akan mengunjungi anda dengan sabar.

Berita

Berita yang masih hangat yang terjadi di indonesia dan di mancanegara. Jauh dari pembohongan publik

Bisnis

Mengupas masalah bisnis sehari-hari. Tentu saja yang mendatangkan uang/money bagi kita

Bonus Pulsa

Bisnis uang menggiurkan sekarang ini. Real dan tidak mengandung hasutan yang membohongi publik

Themes

Silahkan anda lihat koleksi kami (baik yang free maupun yang free premium) dan sangat berharap anda menyukainya

Home » Berita

Pidato SBY yang Antiklimaks dan Membingungkan

Submitted by admin on Tuesday, 24 November 20092 Comments

PRESIDEN akhirnya mengambil keputusan yang bukan keputusan menyangkut rekomendasi Tim 8. Yang terjadi justru antiklimaks yang mengecewakan.

Antiklimaks, karena rekomendasi yang isinya dan kalimatnya begitu jelas dan tegas, menjadi mentah dan mengambang kembali di tangan Presiden.

Presiden memang berpidato panjang lebar, namun dari awal hingga akhir lebih banyak pembukaan ketimbang substansi. Pidato yang lebih menunjukkan kepiawaian retorika daripada ketegasan seorang pemimpin mengambil keputusan. Pidato yang hanya menyenggol duduk soal, bukan menuntaskan duduk perkara.

Ada dua pokok soal yang disenggol Presiden selama pidato sekitar 30 menit. Yang pertama menyangkut kasus Bank Century, yang kedua menyangkut perkara Bibit dan Chandra. Menyangkut kasus Bank Century, Presiden melakukan pembelaan mengapa bank itu diselamatkan sampai menelan Rp6,7 triliun. Sedangkan untuk perkara Bibit-Chandra, Presiden hanya menyebut penyelesaian perkara di luar pengadilan tanpa menjelaskan bagaimana hal itu dilakukan.

Pidato yang mengecewakan. Padahal, publik telah menantinya dengan mengadakan acara nonton bareng di depan televisi. Nonton bareng selama ini digunakan para penggemar sepak bola untuk menyaksikan pertandingan yang dramatis antara dua klub besar dan reputasi dunia. Di situ akan ada keputusan yang tegas menyangkut hasil pertandingan dan itulah yang diharapkan publik dari Presiden dengan nonton bareng itu.

Tapi apa yang terjadi? Bola yang telah disiapkan oleh Tim 8 menjadi bola yang membingungkan karena tidak jelas apakah bola itu ditendang atau tidak ditendang sama sekali oleh Presiden.

Nonton bareng mengandung makna hiburan. Dalam hal ini telah terjadi kemerosotan wibawa karena menganggap apa yang akan dilakukan Presiden hanyalah sebatas tontonan.

Lihat juga artikel yang lainnya :

Celaka tiga belas, tontonan itu bukan pula tontonan yang membanggakan, melainkan tontonan yang membingungkan dan mengecewakan.

Pidato Presiden kemarin jelas sebuah antiklimaks. Bukan hanya antiklimaks atas kerja Tim 8, tetapi antiklimaks terhadap wibawa Presiden.

Presiden SBY belum 100 hari memimpin negeri ini untuk masa jabatan yang kedua kali. Baru 35 hari, tetapi kepercayaan publik telah terkikis deras.

Erosi kepercayaan itu akan semakin deras bila kasus Bank Century kembali diselesaikan dengan cara-cara retorika. Rakyat bukan lagi nonton bareng, tapi bisa-bisa marah bareng.

Dan di artikel website lainnya menyatakan bahwa pidato presiden itu mendapat tanggapan yang negatif, salah satunya dari : http://techno.okezone.com

Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai kasus Bank Century dan kasus Bibit S Rianto-Chandra M Hamzah dirasa tidak memuaskan. Publik pun melontarkan ungkapan kekecewaan melalui situs-situs jejaring sosial.

Di Twitter misalnya, kata “SBY” bahkan masuk ke dalam trending topics, Senin (23/11/2009) malam ini. Pada pukul 21.15 WIB, kata “SBY” masuk dalam nomor urut sembilan. Bukan tidak mungkin posisinya semakin bertambah, seiring semakin banyaknya ungkapan kekecewaan.

Tweet-tweet yang dilontarkan antara lain “SBY ngomong opo toh? kok jd bolak balik ga ada juntrungannya? mesti les pidato tuh hha”, “Hayolo yg kmren vote sby jdi presiden nyesel ga ni??”, dan “Hmm,emg knp sih dir? RT @dhalilah kecewa gua sama sby, tau gitu mending jusuf kalla aja dah”.

Sementara di situs jejaring sosial Facebook, ungkapan kekecewaan antara lain “Jangan harap seekor kambing mengeluarkan taringnya karena tidak punya”, “apa susahnya sih tegas, bikin kecewa aja”, dan “Terus sikapnya apa pak SBY? ngomong panjang lebar inti dan kesimpulannya apa? cuma cuap2 ga jelas..”.

Artikel yang banyak dilihat pengunjung :

Artikel Lainnya

2 Comments »

  • Cara Membuat Blog said:

    Akhirnya pidato tanggapan presiden yang selama berhari-hari di tunggu-tunggu oleh masyarakat pun terealisasi juga. Pidato tersebut memang sangat krusial sebab menyangkut sikap presiden terhadap dua kasus yang saat ini terus menggelinding bak bola salju.

    Berbagai tanggapan pun dari banyak pengamat pun menyeruak. Banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap piadto SBY sebab terkesan ngambang dan tidak menampakan sebuah solusi yang nyata. Namun, bagaimana pun itulah keputusan yang diambil oleh SBY. Mudah-mudahan saja itu adalah keputusan terbaik bagi siapa pun.
    Cara Membuat Blog

  • arie said:

    yahh.. memang begitulah presiden kita. Kira-kira negeri kita ini jadi tertawaan bangsa lain gak ya??? ::bingung:: Ngomong2 terimakasih atas komentarnya ::piss::

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

::senyum:: ::kecewa:: ::genit:: ::nyengir:: ::maniz:: ::cemberut:: ::bingung:: ::love:: ::malu:: ::melet:: ::cium:: ::pati:: ::kesel:: ::cool:: ::tertawa:: ::jahat:: ::lirik:: ::tidur:: ::matapusing:: ::seep:: ::muntah:: ::diam:: ::mikir:: ::ngedumel:: ::mataduitan:: ::nguap:: ::ehemm:: ::cape:: ::tepuktangan:: ::jangan:: ::kedip:: ::menunggu:: ::sebell:: ::pleeze:: ::siul:: ::piss:: ::e-ehmm:: ::joget:: ::kesini:: ::ngikik:: ::bodo-amat:: ::maaaff:: ::sabarr:: ::lagi-telpon:: ::call-me::

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.